Sunday , March 29 2020
Home / AKTUAL / 226 Kepala Desa Terpilih Resmi Dilantik Bupati Sumenep

226 Kepala Desa Terpilih Resmi Dilantik Bupati Sumenep

226 Kepala Desa Terpilih Resmi Dilantik Bupati Sumenep

Melalui pos. LPKBERANTAS.co.id (Bakri / B571)
31 Desember 2019

LPKBERANTAS.Co.Id: SUMENEP , – Kepala Desa terpilih hasil Pilkades serentak 2019 hari ini resmi dilantik oleh Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (30/12/2019).

Sebanyak 226 Kades Terpilih itu merupakan hasil Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Sumenep yang berlangsung pada tanggal 7 dan 14 November 2019 lalu dengan demikian, untuk wilayah daratan Kades memilih hasil Pilkades Serentak sebanyak 174 orang. Sedangkan untuk wilayah kepulauan sebayak 52 orang.

Surat Keputusan (SK) Bupati Sumenep tentang Pelantikan Kepala Desa terpilih dibacakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep  Moh.Ramli. Sementara pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Bupati Sumenep dan dilanjutkan dengan penandatanganan SK dan penyerahan secara bergiliran pada 226 Kades yang sudah dilantik.

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si menyampaikan tiga hal penting kepada 226 Kades terpilih. Yang pertama, ia berharap jabatan mereka barokah. “Jangan sampai jabatan yang resmi disandang hari ini justru menyengsarakan rakyat,” pesannya.

Bupati Busyro berharap Setelah para Kades terpilih itu resmi dilantik, di desa masing-masing harus mengeluarkan energi positif. Karena pemimpin yang menyalurkan energi positif kepada masyarakat, baik dalam bentuk ide maupun tindakan, biasanya akan mendatangkan sesuatu yang positif.

“Buang semua energi negatif. Buang semua hal-hal yang akan menimbulkan atau membuat diri anda negatif dalam memimpin masyarakat,” jelasnya.

Sebagai pemimpin, menurut Busyro, para Kades juga harus punya tujuan yang jelas, agar desa yang dipimpinnya bisa dibawa menuju kemajuan dan memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.

“Harus jelas mau dibawa kemana desanya, dan mau diapakan. Jangan sampai ketika ditanya jawabannya ayo rembukkan, karena tidak punya visi yang jelas,” tegasnya.

Bupati Busyro juga mengatakan bahwa, Ketika visi Kades sudah jelas, tentu saja tinggal menyusun program dan tahapan-tahapannya. Selanjutnya tinggal bagaimana memotivasi semua kekuatan di desa untuk mencapai tujuan tersebut.

“Hal itu harus melibatkan semua kekuatan di desa tanpa tebang pilih, baik yang mendukung maupun tidak (saat Pilkades, red),” paparnya.

Bupati dua priode tersebut menambahkan bahwa, tidak menampik bahwa untuk merangkul semua pihak menjadi satu kekuatan tidak mudah. Hal itu merupakan ujian bagi seorang pemimpin. “Maka dari itu, dibutuhkan seni bagaimana memimpin orang. Seni seorang Kades dalam menyatukan persepsi untuk mewujdukan program,” terangnya.

Terakhir, Bupati Sumenep memutuskan agar para kepala desa (Kades) menyetujui proses pengambilan keputusan dan hasil. Tidak benar, jika mereka hanya berorientasi pada hasil saja tanpa proses yang baik. “Proses hargai. Boleh kita punya tujuan ini dan itu. Namun, tidak harus lupa prosesnya. Ini harus kita instrospeksi. Sebab, proses itu sangat penting, ”pungkasnya.  (B 571))

About admin

Periksa juga

Pentingnya Open Science Bagi Peneliti Indonesia

Pentingnya Open Science Bagi Peneliti Indonesia By admin12 Desember 2019  10 Kali Dilihat=>>| Lpk Berantas | Surabaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *