Thursday , January 23 2020
Home / REDAKSI / Dinilai Ilegal, Tambak Udang di Desa Leggung Barat Terancam di Tutup.

Dinilai Ilegal, Tambak Udang di Desa Leggung Barat Terancam di Tutup.

Dinilai Ilegal, Tambak Udang di Desa Leggung Barat Terancam di Tutup.

SUMENEP | LPKBerantas.co.id – Keberadaan Tambak Udang di Desa Leggung Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, yang dikeluhkan oleh berbagai element masyarakat sekitar lantaran menyebarkan bau busuk dan mencemari lingkungan, ternyata sampai saat ini masih belum mengantongi izin operasional (Ilegal).

Hal itu terkuak pada saat beberapa awak media melakukan upaya konfirmasi langsung kepada Kepala Desa (Kades) Leggung Barat, Jum’at 09 Januari 2020 kemarin.

Kepala Desa (Kades) Leggung Barat mengatakan, bahwa keberadaan Tambak Udang milik H. Ari tersebut dibangun tanpa adanya sosialisasi dan konfirmasi terlebih dahulu kepada Pemerintah Desa Leggung Barat maupun kepada warga setempat.

“Setelah muncul keresahan dan keluhan dari masyarakat sekitar, karena menyebarkan bau busuk, amis dan anyer serta telah mencemari lingkungan, baru pihak pengelola tambak udang itu mendatangi saya,” Kata Masoya kepada pewarta 10/01, di kediamannya.

Masoya juga mengaku bahwa, pihaknya selaku pimpinan tertinggi di Pemerintah Desa Leggung Barat sudah pernah megumpulkan tokoh-tokoh masyarakat yang berada disekitar tambak udang tersebut, salah satunya Kepala Sekolah At-ta’awwun (Saruji), pada tanggal 24 April 2019 lalu.

“Hasil dari aklamasi musyawarah desa, antara Pemerintah Desa dan para tokoh masyarakat yang berada sekitar tambak, keputusannya 90% tidak setuju dengan adanya pembangunan tambak udang tersebut,” Jelasnya.

Dikatakannya pula bahwa, pihak pengelola Tambak Udang (H. Ari-red) telah membohongi Pemerintah Desa Leggung Barat soal izin Operasional Tambak Udang tersebut.

Pasalnya, pihak pengelola Tambak Udang mengaku bahwa izin operasional Tambak Udang tersebut sudah selesai dan tinggal di ambil di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTPSP) Kabupaten Sumenep.

“Tapi setelah saya mendatangi kantor Dinas terkait, ternyata pihak Pengelola (H. Ari-red) belum pernah mengajukan izin kepada Dinas DPMPTSP Sumenep. Sampai saat ini Tambak Udang di Kecamatan Batang-Batang yang ada izinnya itu hanya di Desa Lombang,” Papar dia.

 

 

Mashoya berharap Kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP Kabupaten Sumenep untuk menutup usaha tambak udang di Desa Leggung Barat tersebut.

“Pertama, tentu saya tetap mengacu pada peraturan Pemkab Sumenep, langkah kedua kalau tidak ada keputusan dari Pemkab Sumenep tentu saya akan mengambil dari hasil musyawarah desa yaitu, jika masyarakat tidak setuju secara otomatis tambak udang tersebut akan kita tutup,” Tegasnya.

Di sisi lain, Kukuh Kepala Bidang (Kabid) Perizinan, DPMPTSP Kabupaten Sumenep saat dikonfirmasi langsung oleh beberapa awak media membenarkan bahwa keberadaan usaha tambak udang di Desa Legung Barat tersebut belum mengantongi izin operasional dari Kabupaten Sumenep (Ilegal).

“Sejauh ini untuk tambak udang yang ada di Desa Legung Barat itu belum berijin. Bahkan saya baru tau sekarang kalau di Desa tersebut ada kegiatan usaha tambak udang,” kata kukuh kepada pewarta Jum’at 10/01 di MPP Sumenep.

Kukuh menyarankan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan masyarakat setempat untuk mengdukan keberadaan usaha tambak udang tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep secara formal.

“Jika memang sudah mencemari lingkungan sekitar, silahkan berkirim surat kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, misalnya kepada DPRD Kabupaten Sumenep atau Bupati Sumenep atau kepada Kecamatan Setempat, atas dasar surat itu nanti kita akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” Tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Keberadaan Tambak Udang di Desa Leggung Barat, Kecamatan Batang-Batang tersebut mendapatkan sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat setempat.

Pasalnya, keberadaan Usaha Tambak Udang seluas 1 hektar yang di ketahui milik H. Ari warga Desa Dapenda tersebut setiap hari menyebarkan bau busuk, amis atau anyer terhadap masyarakat yang berada di sekitar tambak.

Lebih parahnya lagi, keberadaan Usaha Tambak Udang tersebut juga telah mengganggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Lembaga Pendidikan SMA AT-TA’AWUN. Sebab, setiap pagi para siswa disuguhi aroma bau busuk, amis atau anyer yang berasal dari lokasi Tambak Udang milik H. Ari itu.

Selain itu, air limbah Tambak Udang yang di buang ke laut tersebut juga telah merusak mata pencaharian masyarakat pesisir pantai Desa Leggung Barat. Bahkan tempat wisata air tawar di Desa Leggung Barat juga ikut tercemar akibat Air Limbah Tambak Udang yang di buang sembarangan oleh pihak pengelola tambak.

Team B 571

About admin

Periksa juga

Bacabup Fattah Jasin Dinilai “Hina” Ketua Parpol, Ketua PAC PKB Meradang

  Bacabup Fattah Jasin Dinilai “Hina” Ketua Parpol, Ketua PAC PKB Meradang. Post.By. LPKBERANTAS.co.id. ( …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *