Friday , August 23 2019
Home / REDAKSI / Pulau Madura  Bisa Membayar Hutang Indonesia

Pulau Madura  Bisa Membayar Hutang Indonesia

Pulau Madura  Bisa Membayar Hutang Indonesia

OPINI : Redaksi. Bakri
Sebenarnya hutang Indonesia yang nyaris Rp.5000 Trilliun itu bisa lunas hanya dengan menjual hasil minyak dan gas bumi di Blok Kangean Sumenep Madura, yang perharinya menghasilkan minyak sebesar 800 juta bsfc gas, selama 60 hari.
Dengan adanya sumber minyak yang besar terdapat di daerah pulau madura dibangunlah jembatan suramadu untuk memperlancar akses jalan usaha milik Pengusaha Asing, fakta itu  100%.
Jembatan sepanjang 5,438 kilometer tersebut menelan anggaran sebesar Rp 4,5 triliun. Jembatan ini dibuat oleh Presiden Ir. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Juni 2009 lalu. Dari anggaran Rp 4,5 triliun tersebut untuk membangun jembatan Suramadu, ternyata sebagian merupakan hasil pinjaman alias Utang dari luar negeri dan Utang ini dibebankan kepada Pemda Jatim, Meski telah dicicil selama beberapa tahun, tapi saat ini Utang yang Belum dibayar nilainya masih mencapai 168 juta Dolar Amerika.
Itulah pertimbangannya, sehingga tarif tol suramadu tidak bisa langsung gratis dan hanya turun 50 %. Karena masih punya tanggungan hutang.
Di Gedung Negara Grahadi Building Juga Dikatakan oleh presiden jokowi dodo, setiap tahun penerimaan yang masuk ke negara dari tol Suramadu sebesar Rp 209 miliar. Dari jumlah itu, Rp 100 miliar dipakai untuk membayar cicilan utang dan Rp 9 miliar untuk Biaya Maintenance
Jembatan Nasional Suramadu adalah : jembatan yang melintasi Selat Madura, jembatan ini menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura. Dengan panjang 5.438 meter jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini Dan sekaligus Menipu seluruh Warga pulau madura dan pulau jawa.
Jembatan ini di realisasikan hanya untuk memperlancar para pebisnis pengusaha Asing atau negara Asing, Jembatan ini diresmikan pada tanggal 20 Agustus 2013 yang lalu oleh presiden Susilo bambang yudoyono.
Mega proyek Industrialisasi Pulau Madura sebenarnya sudah berdengung sejak tahun 1994, dengan Tokoh Sentral BJ. Habibie
(saat itu masih Menristek). Namun, mega-proyek senilai 400 juta dollar AS ini banyak ditantang oleh masyarakat Madura, sehingga sempat menghilang dari peredaran. Rencana menjadikan Madura sebagai Batam kedua, kembali mencuat pasca pengoperasian Jembatan Suramadu
Sebenarnya ada Pertanyaan Menarik seputar rencana mega-proyek ini.
1.Kenapa pemerintah seakan “ ngotot ” ingin menjadikan Madura sebagai pulau industri ?..
2.Kenapa proyek tersebut tidak diterapkan di pulau-pulau lain yang jauh lebih subur ?…
3.Kenapa pembangunan Suramadu lebih didahulukan daripada jembatan Selat Sunda atau jembatan Ketapang-Gilimanuk, padahal dua selat tersebut menghubungkan dua pulau yang lebih besar dan lebih ramai daripada selat Madura ?….
4. Apakah ada sesuatu yang istimewa di pulau garam ini ?….Jawaban dari pertanyaan di atas sangat mudah ditebak oleh seorang annisa madaniyah bocah Suroboyo yang super dungu. Hehehehe lucu Ne …. mau nipu Nisa ya katanya ?…  Kalian Ngga bakal bisa nipu annisa !! karna seorang annisa orang yang berpendidikan……..
Pulau Madura itu menyimpan kekayaan alam yang sangat besar, yaitu Minyak bumi dan Gas.
Sektor migas ini adalah  “ EMAS HITAM ”,
Terdapat lebih dari 100 Blok Migas di sekeliling pulau ini, suatu jumlah yang jarang dimiliki oleh pulau-pulau lain di seluruh wilayah NKRI, Dari Ratusan block migas tersebut, baru puluhan blok yang sudah di Eksploitasi & Eksplorasi kata Anisa  ( B 571-Bakri)

About admin

Periksa juga

Kapal DBS 1 Sempat Hilang Kontak

Kapal DBS 1  Sempat Hilang Kontak LPKBERANTAS. B571 Sabtu, 17 Agustus 2019      Penumpang DBS …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *